Banda Aceh, 18 Agustus 2026 — MIN 7 Teladan Kota Banda Aceh melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di ruang serbaguna madrasah, Selasa (18/8/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 18–20 Agustus 2026, ini menjadi bagian dari upaya madrasah meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran serta memahami pelaksanaan kokurikuler di lingkungan madrasah.
Bimtek yang diikuti seluruh dewan guru MIN 7 Teladan Kota Banda Aceh tersebut mengusung tema “Mengajar dengan Cinta, Mendidik dengan Keteladanan.” Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan semangat.
Melalui kegiatan ini, para guru mendapatkan penguatan pemahaman mengenai konsep dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang selaras dengan pembelajaran di kelas. KBC diharapkan tidak hanya menjadi konsep dalam perangkat pembelajaran, tetapi mampu diimplementasikan secara nyata sehingga mendukung pembentukan karakter, akhlak, serta pengembangan kompetensi peserta didik.
Kepala MIN 7 Teladan Kota Banda Aceh, Hj. Hilmiyati, S.Ag., MA, mengapresiasi pelaksanaan Bimtek KBC tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan perubahan positif terhadap kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru di MIN 7 Teladan Kota Banda Aceh.
Menurutnya, perubahan kurikulum merupakan sebuah keniscayaan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Guru, kata Hilmiyati, perlu menyikapi setiap perubahan dengan bijak dan tetap memiliki komitmen untuk terus belajar.
“Kadang-kadang kita mengeluh karena belum selesai mendalami satu model kurikulum, sudah muncul model yang baru. Dulu kita mendalami P5RA, sekarang hadir kokurikuler. Namun, kita harus menyikapinya dengan bijak dan berkomitmen bahwa perubahan adalah sebuah keniscayaan, dari yang baik menuju yang lebih baik,” ujarnya.
Kegiatan Bimtek tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Panca Cinta yang menjadi bagian dari Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran sehari-hari.
Ia berharap Panca Cinta tidak hanya tertulis dalam modul atau perangkat pembelajaran, tetapi benar-benar hadir dalam praktik pendidikan sehingga dapat dirasakan oleh seluruh peserta didik.
“Saya sangat memahami bahwa guru menghadapi persoalan yang kompleks dengan beragam karakter peserta didik. Karena itu, guru harus siap belajar dan siap menerima setiap perubahan agar mampu menghadapi berbagai tantangan serta memberikan solusi terbaik dalam pembelajaran,” ungkapnya.
Ia mengibaratkan seorang guru seperti montir mobil yang harus mampu menangani berbagai jenis kendaraan, baik model lama maupun model terbaru.
“Seorang guru harus memiliki mental yang kuat. Seperti montir mobil, apa pun jenis mobil yang datang, baik yang lama maupun yang baru, harus mampu dikuasai. Begitu juga guru, harus siap menghadapi berbagai karakter dan tantangan dalam pembelajaran,” lanjutnya.
Kakankemenag Kota Banda Aceh juga mengingatkan bahwa pelaksanaan Bimtek tersebut memiliki sebuah pengorbanan. Selama tiga hari kegiatan berlangsung, peserta didik MIN 7 Teladan Kota Banda Aceh melaksanakan pembelajaran dari rumah.
Menurutnya, pengorbanan tersebut harus memberikan hasil yang nyata berupa peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi para guru.
“Kalau anak-anak kita bisa berimajinasi, mungkin mereka akan berkata: Biarkan kami tidak pergi ke sekolah selama tiga hari, asalkan ketika kami kembali ke sekolah, kami disambut dengan penuh cinta oleh seluruh dewan guru MIN 7 Kota Banda Aceh,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menjadi pesan penting bahwa esensi Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar perubahan pada perangkat atau model pembelajaran, melainkan bagaimana nilai-nilai cinta benar-benar hadir dalam interaksi antara guru dan peserta didik.
Untuk itu, Kakankemenag Kota Banda Aceh berharap Bimtek KBC memberikan dampak yang besar terhadap peningkatan mutu pembelajaran di MIN 7 Teladan Kota Banda Aceh.
Kegiatan Bimtek ini didukung penuh oleh Pengawas Pembina MIN 7 Teladan Kota Banda Aceh sekaligus Ketua DWP Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Hj. Rosnidar, S.Ag.
Adapun pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Tim Fasilitator Nasional KBC sekaligus Pengurus Pokjawas Madrasah Provinsi Aceh, yaitu Drs. Nopia Dorsain, Rosyidah Lubis, S.Ag., M.A., Fikriah, S.Ag., M.Pd., serta Pengawas Pembina Madrasah Kota Banda Aceh, Dra. Irawati.
Melalui Bimtek ini, MIN 7 Teladan Kota Banda Aceh berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas guru dan menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan dan kompetensi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai cinta, keteladanan, kepedulian, dan akhlak mulia dalam kehidupan peserta didik.

Tinggalkan Balasan